Minggu, 14 Juni 2020

FIRE TRIANGLE


Halo sahabat pembaca setia...

Salam Hangat,..

Ketemu lagi dengan saya, tentunya dengan article dan topik yang berbeda. 

Keselamatan adalah suatu keadaan aman, dalam suatu keadaan yang aman secara fisik, sosial, spiritual, financial, emosional, pekerjaan ataupun pendidikan. Dan terhindar dari ancaman faktor - faktor tersebut. Untuk mencapai hal ini, dapat kita lakukan perlindungan terhadap suatu kejadian yang memungkinkan bisa menjadikan kerugian ekonomi ataupun kesehatan kita.

Dalam kesempatan kali ini akan saya share presentasi tentang Fire Triangle / Segitiga Api.

Berikut penampakannya :



Begitulah presentasinya tentang Safety Fire Triangle khususnya. Sekian dulu coretan saya kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan share dan komentar yang positif.



Terima kasih telah mampir di Blog Seputar Marine

Silahkan Copas, semoga bermanfaat.


K3L


              



              KEBIJAKAN   KESELAMATAN KERJA, KESEHATAN DAN LINGKUNGAN    

Sebuah perusahaan harus berusaha menciptakan suatu kondisi yang mendukung terjaminnya Keselamatan Kerja dan Kesehatan  bagi para karyawan / pegawainya. Serta harus berkeyakinan bahwa semua karyawan / pegawai bertanggung jawab melakukan proses perencanaan dan melakukan identifikasi untuk mengurangi kemungkinan adanya cidera yang bisa terjadi pada karyawan, gangguan kegiatan, resiko kerusakan harta benda dan resiko kerusakan lingkungan serta masyarakat. Sebuah perusahaan harus punya pilihan selain berusaha dengan tiada henti - hentinya untuk terus meningkatkan prestasi dengan cara aktif menerapkan kebijakan - kebijakan :

TANGGUNG JAWAB PRIBADI :

Setiap tingkatan - tingkatan jabatan dalam organisasi perusahaan bertanggung jawab untuk tunduk dan patuh terhadap semua norma dan kebijakan Keselamatan Kerja, Kesehatan dan Lingkungan termasuk mematuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan pekerjaan - perkerjaan di perusahaan tersebut.

AKUNTABILITAS

Semua tingkatan dalam organisasi perusahaan bertanggung jawab dalam semua keputusan, tindakan sesama rekan kerja dan klien dalam upaya mencapai tujuan dan target tahunan yang ditetapkan oleh panitia eksekutif K3L.

MANAGEMEN RESIKO

Sebagai satu kesatuan tak terpisahkan dari managemen perusahaan . Perusahaan harus menerapkan prinsip - prinsip managemen resiko secara tegas dan menyiapkan cukup tenaga kerja dan waktu untuk mengindentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya secara efektif.

BUDAYA BELAJAR

Perusahaan selalu mengutamakan komunikasi yang terbuka dan kebiasaan belajar secara terus menerus yang didasarkan kepada kebutuhan karyawan, penyelidikan yang sempurna, dan pelatihan secara terus menerus, serta informasi tentang masalah - masalah yang berkaitan dengan K3L. Perkembangan organisasi pribadi diperoleh melalui proses pembelajaran secara terus menerus, menjaga sikap waspada dan membagi pengalaman.

SATU PENDEKATAN KONSIDEN

Perusahaan menerapkan prosedur prosedur dan mematuhinya secara konsiden untuk mencapai sasaran dan target K3L diseluruh wilayah kerja perusahaan.

Kebijakan ini didukung oleh :
  • Kebijakan mengenai kesiapan kerja
  • Kebijakan managemen perihal Cidera     


Demikian coretan kali ini tentang K3L, silahkan share & comment..
Semoga bermanfaat bagi kita semua.

~ Terima Kasih ~
                                    

Apa itu HSE





Health Safety and Environment atau yang di singkat menjadi HSE adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapan dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat bekerja.

Tujuan perusahaan memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja adalah untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan operasional perusahaan.

Mengingat begitu beresiko pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan tersebut maka hal ini sangatlah penting untuk diterapkan.

HEALTH SAFETY & ENVIRONMENT

Pengertian :

Pekerjaan Safety atau keselamatan kerja sering disebut sebagai Safety saja dalam dunia kerja. Keselamatan kerja ini merupakan suatu pemikiran dimana perusahaan, pabrik atau instansi tertentu memberikan jaminan terhadap keutuhan jasmani maupun rohani tenaga kerja yang menghasilkan budaya dan karyanya dalam organisasi tersebut.

Keselamatan kerja tersebut memang diperlukan bukan hanya bagi satu bidang dalam perusahaan saja namun juga untuk bidang lainnya.

Misalnya saja seorang yang bekerja dipabrik mendapatkan jaminan keselamatan kerja, karyawan yang bekerja dikonstruksi bangunan dan dipertambangan pun juga harus mendapatkan jaminan keselamatan kerja tersebut.

Mereka mengupayakan segenap energi, pikiran dan karya untuk perusahaan dan semestinya perusahaan juga harus memberikan imbalan bukan hanya materi namun juga jaminan keselamatan saat karyawan bekerja. 

BAHAYA Di TEMPAT KERJA

Tidak ada pekerjaan yang tidak memiliki resiko, sekalipun mereka bekerja dikantor, mereka juga bisa mengalami kecelakaan kerja.

Resiko pekerjaan yang paling sering terjadi memang bagi mereka yang bekerja di pabrik atau dipertambangan.

Bahaya fisik mungkin sering dialami oleh mereka yang bekerja dibidang industri terutama karyawan dibidang produksi.

Banyak industri seperti industri konstruksi dan pertambangan yang sering menyebabkan terjadinya kecelakaan pada karyawan disaat bekerja.

Kadang kecelakaan tersebut sangat berakibat fatal bagi karyawan bahkan bisa menimbulkan kematian.

Sering dengan berjalannya waktu dan banyaknya kasus kecelakaan saat bekerja maka manusia mengembangakan suatu metode untuk menjamin keselamatan bekerja bagi setiap karyawan dalam perusahaan tersebut.

BAHAYA MESIN

Metode dan prosedure keamanan tersebut akan menjamin keselamatan karyawan terhadap barbagai resiko yang mungkin terjadi ditempat kerja.

Karyawan yang bekerja dikonstruksi, transportasi, perawatan property atau bangunandan karyawan ekstraksi, mereka sering mengalami kecelakaan kerja dan sering  menimbulkan kematian ditempat kerja.

MESIN

Mesin adalah bagian yang paling utama dalam perusahaan pertambangan, manufaktur maupun konstruksi dan pertanian yang berbahaya bagi para pekerja.

Beberapa mesin memiliki beberapa ujung yang sangat tajam sehingga bisa menimbulkan bahaya pada karyawan. 

Bahaya tersebut bisa berupa luka bakar, tusukan, memotong bahkan meremukkan tubuh karyawan. Sebagai luka kecil kadang bisa menimbulkan benturan oleh pekerja jika salah penggunaannya.

Mesin yang membuat bising tempat kerja tidak hanya membahayakan tubuh karyawan namun juga berbahaya bagi indra manusia lebih lebih adalah pendengaran mereka.

Suara bising yang ditimbulkan oleh mesin menimbulkan hilangnya pendengaran karyawan yang ada ditempat tersebut. Selain itu suhu udara yang panas pada tempat kerja akan menimbulkan kelelahan, tangan mudah berkeringat, Pusing dan dehidrasi. Hal ini juga tidak baik bagi keselamatan para karyawan.

Mesin mesin dipabrik juga bisa menimbulkan polusi udara yang berlebihan karena asap yang dikeluarkannya terlalu banyak. Asap tersebut ada mengganggu pernafasan dan kesehatan paru paru para karyawan. Bila hal ini terjadi secara terus menerus  maka beberapa organ tubuh akan terganggu dan mengalami kerusakan. Asap pabrik memang menimbulkan bahaya bagi kesehatan namun bahaya tersebut baru diketahui beberapa saat kemudian.

BAHAYA BAHAN KIMIA

Beda lagi dengan mesin, bahan kimia memang terlihat tidak seseram ketika anda melihat beberapa mesin di pabrik yang sedang beroperasi.
Namun jangan salah, Bahaya bahan kimia juga sama dengan bahaya mesin. Secara tidak langsung bahan kimia akan bereaksi dalam tubuh manusia secara cepat atau lambat dan bisa merusakkan organ tubuh.
Kerusakan organ tubuh aka dibarengi dengan beberapa jenis penyakit yang kadang susah disembuhkan.

Beberapa bahan kimia yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan diantaranya adalah logam berat, pelarut, basa, partikulat, bahan kimia reaktif, silika maupun petroleum.

Beberapa bahan kimia tersebut memang berbahaya bagi tubuh dalam, jangka pendek memang tidak begitu terlihat efek yang cukup bagi kesehatan namun jika bahan tersebut masuk kedalam tubuh secara terus menerusakan menimbulkan masalah yang cukup serius pada tubuh bahkan bisa menimbulkan kematian.

Beberapa bahan kimia biasanya sering digunakan untuk produksi makanan atau minuman. Bahan kimia tersebut sekalipun dicampur sedikit saja pada makanan atau minuman namun efek dari bahan kimia tersebut  cukup berbahaya bagi tubuh manusia.

Para pemilik perusahaan mungkin tidak akan memikirkan hal tersebut  sampai jauh, bahkan jarang sekali yang memikirkan tentang keselamatan kerja anak buahnya. Padahal sedikit bahan kimia yang terkena tubuh akan bereaksi cepat pada kesehatan seseorang.

MASALAH SOSIAL DAN PSIKOLOGIS

Kadang kecelakaan kerja juga sering disebabkan oleh masalah sosial dan psikologis. Beberapa masalah sosial dan psikologis diantaranya adalah stres karena jam kerja yang terlalu lama dan tidak sesuai dengan waktu yang diinginkan.

Sealin dalam lingkungan kerja juga bisa terjadi kekerasan yang dilakukan oleh karyawan dangan karyawan. karyawan dengan atasan. Masalah psikologis yang sering terjadi pada wanita diantaranya adalah pelecehan seksual saat mereka bekerja.

Jika mereka tidak mendapakan perlindungan dari perusahaan terhadap keselamatan kerjanya tentu saja hal ini akan merugikan karyawan dan perusahaan bisa terkena sanksi oleh Dinas Ketenaga Kerjaan / DISNAKER.

Safety and Health Environment berdasarkan Industrinya.

Jaminan keselamatan kerja bukan hanya untuk satu bidang pekerjaan saja namun juga untuk sektor industri dan sektor lainnya. Para pekerja industri sangat membutuhkan adanya jaminan keselamatan kerja. Para pekerja konstruksi bangunan juga membutuhkan kesehatan dan keselamatan kerja untuk mencegah dari bahaya jatuh.

Bagi seorang nelayan pun mereka juga membutuhkan kesehatan dan keselamatan kerja dari resiko kapal tenggelam atau diserang binatang buas di laut. Dibeberapa sektor lainnya kesehatan dan keselamatan kerja sangat dibutuhkan terutama jika karyawan bekerja dijalan, hal bisa dilihat dari beberapa perusahaan jasa transportasi yang sering menyebabkan kecelakaan pada karyawan saat mereka bekerja.

KONSTRUKSI

Konstruksi merupakan salah satu pekerjaan yang sangat berbahaya dan memiliki resiko kematian yang besar dibandingkan dengan pekerjaan lainnya.

Pekerjaan konstruksi adalah pekerjaan yang sering menimbulkan kematian pada karyawannya karena resiko jatuh dan penggunaan peralatan kerja yang kurang memadai.

Seharusnya semua pekerja pada bidang konstruksi ini menggunakan APD atau Alat Pelindung Diri  yang sesuai dengan pekerjaannya.

Banyak kecelakaan yang terjadi pada bidang pekerjaan ini bahkan sering menimbulkan kematian, bila tidak ada jaminan keselamatan dan kesehatan pada karyawan tentu saja akan menimbulkan kerugian yang sangat besar pada karyawan itu sendiri.

Bidang konstruksi sekalipun telah menggunakan berbagai peralatan dan perlengkapan yang memadai dan canggih tetap saja harus memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan terbaik bagi para karyawannya.

PERTANIAN

Para pekerja yang bekerja dibidang pertanian juga memiliki resiko kesehatan akibat penggunaan bahan kimia pertanian, penggunaan mesin pertanian dan beberapa alat pertanian lainnya.

Masalah kesehatan yang sering timbul diantaranya adalah penyakit paru - paru, luka pada kulit, kanker, dan luga akibat penggunaan alat pertanian.

Beberapa bahan kimia seperti peptisida dan bahan kimia lainnya yang digunakan dalam pertanian sangat berbahaya bagi kesehatan. Bahan kimia tersebut sering mangakibatkan gangguan kehamilan dan kelainan kelahiran pada bayi.

SEKTOR JASA

Bidang pekerjaan pada sektor jasa memang tidak begitu beresiko dibandingkan dengan pekerja pada sektor pertanian maupun sektor konstruksi.

Masalah yang sering dialami pada para pekerja sektor jasa diantaranya adalah stres dan obesitas. Stres tersebut sering ditimbulkan oleh banyaknya pekerjaan yang dibebankan pada pekerja tersebut yang menimbulkan kejenuhan dan stres.

Adakalanya sektor jasa ini menimbulkan depresi pada karyawan karena tuntutan atasan yang terlalu berlebihan. Pekerja merasa dirinya terbebani dengan pekerjaan dikantor dan mereka tidak memikirkan kesehatan mereka. Lama kelamaan mereka akan jatuh sakit dan tidak ada jaminan kesehatan dan keselamatan yang didapatkan dari perusahaan.

SEKTOR PERTAMBANGAN DAN MINYAK

Resiko yang dialami oleh pekerja di sektor pertambangan, baik tambang batu bara, tambang minyak maupun tambang lainnya adalah resiko terpapar oleh bahan kimia yang berbahaya. Asap bahan kimia yang ditimbulkan oleh tambang minyak dan batu bara bisa menyebabkan resiko lainnya seperti homesick. Para pekerja tambang tersebut seharusnya mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan lingkungan.

INDIKATOR PENYEBAB KESELAMATAN KERJA KARYAWAN

Keadaan tempat pada lingkungan kerja 

  • Penyusunan barang maupun penyimpanan barang berbahaya dan kurang memperhitungkan kondisi lingkungan.
  • Tempat kerja yang terlalu ramai dan sesak oleh karyawan
  • Pembuangan kotoran pabrik dan limbah pabrik yang dibuang tidak pada tempatnya
Peralatan Kerja
  • Penggunaan peralatan kerja yang sudah rusak atau sudah usang
  • Penggunaan mesin ataupun alat elektronik yang digunakan tanpa pengaman dan penerangan .

TUJUAN DARI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Jaminan yang diberikan terhadap keselamatan dan kesehatan saat bekerja dari perusahaan bertujuan untuk beberapa hal. Tujuan utama dari pemberi jaminan tersebut adalah untuk mamaksimalkan kinerja pada karyawan dan memberikan kenyamanan bagi mereka saat ditempat kerja.

Berikut beberapa tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja :

Jaminan keselamatan dan kesehatan kerja seutuhnya
Adanya jaminan yang diberikan perusahaan kepada karyawannya bertujuan untuk memberikan  keselamatan maupun kesehatan kerja baik secara fisik, sosial maupun psikologi. Jaminan tersebut akan menjadi perlindungan mereka secara keseluruhan saat berada di tempat kerja.

Pemanfaatan peralatan dan perlengkapan kerja secara efesien. Penjaminan terhadap kesehatan dan keselamatan kerja ditujukan juga melalui penggunaan peralatan dan perlengkapan kerja secara efektif dan efesien. Peralatan dan perlengkapan tersebut akan digunakan secara selektif dan sebaik - baiknya untuk menjaga keselamatan saat bekerja masing - masing karyawan sesuai bidangnya.


MENJAGA KEAMANAN HASIL PRODUKSI

Hasil produksi akan terpelihara keamanannya ketika sumber daya manusia yang mengolahnya mendapatkan jaminan keselamatan kerja yang tepat. Jaminan keselamatan kerja dan kesehatan tersebut akan memicu karyawan untuk memaksimalkan hasil produksi maupun proses produksi yang dilaksanakan.

MENINGKATKAN SEMANGAT KERJA

Dengan adanya jaminan keselamatan dan kesehatan kerja yang diberikan oleh perusahaan maka karyawan akan memiliki semangat kerja yang tinggi. Mereka akan tenang saat bekerja dan timbul gairah untuk menyelesaikan setiap pekerjaan baik itu berat maupun perkerjaan yang dianggap ringan.

BEBERAPA FAKTOR KECELAKAAN KERJA :

MELANGGAR PERATURAN

Ada kalanya karyawan tidak mau mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Peraturan tersebut melarang karyawan untuk tidak melakukan hal yang berbahaya namun karyawan tersebut tetap melakukannya, hal ini akan menimbulkan bahaya bagi karyawan itu sendiri. Peraturan yang dibuat oleh perusahaan mengandung  makna untuk melindungi karyawan tersebut namun karna dia melanggarnya maka diapun juga akan mengalami kecelakaan.

SEMBRONO

Pekerja yang sembrono sebenernya masih memperhatikan peraturan yang dibuat oleh perusahaan. Namun karena mereka selalu sembrono dan tidak begitu memperhatikan keselamatan diri sendiri, akibatnya timbul kecelakaan saat bekerja. Sekalipun ada peraturan penggunaan peralatan dan perlengkapan kerja yang modern dan aman namun karyawan juga perlu hati - hati untuk menghindari resiko kecelakaan yang timbul di lingkungan kerja.

PERALATAN DAN PERLINDUNGAN KERJA YANG TIDAK MEMADAI

Di beberapa sektor pekerjaan seperti sektor konstruksi maupun industri, penggunaan perlengkapan dan peralatan saat bekerja bagi karyawan sangat penting. Bila peralatan dan perlengkapan yang digunakan tidak memadai tentu saja hal ini bisa menimbulkan resiko kecelakaan pada karyawan. yang lebih berbahaya lagi ketika peralatan maupun perlengkapan yang tidak layak digunakan tersebut harus digunakan pada tempat - tempat kerja yang cukup berbahaya, hal ini sangat beresiko menimbulkan kecelakaan bahkan bisa sampai menimbulkan kematian bagi karyawan.

KONDISI TUBUH YANG TIDAK FIT

Kecelakaan kerja juga bisa terjadi jika pekerja tersebut mengalami masalah kesehatan seperti kondisi tubuh yang tidak fit. Apabila seorang karyawan yang sedang sakit memaksakan diri untuk tetap bekerja, dia tidak bisa berkonsentrasi atas pekerjaannya lebih-lebih atas keselamatan dirinya sendiri. Kondisi ini bisa menimbulkan kecelakaan sekalipun sangat kecil peluang kejadiannya.


Terima kasih telah berkunjung diBlog Seputar Marine

silahkan copy and share....

Semoga Bermanfaat bagi kita semua.





ISO






Apa itu ISO, ISO 14000 & ISO 14001..?

ISO adalah singkatan dari International Standardization Organisation, yang memiliki sekretariat di Jenewa, Swiss, ISO adalah lembaga swadaya yang dibentuk pada tahun 1974. Fungsi utama ISO adalah merumuskan standard yang bersifat sukarela dan bertujuan untuk membuat perusahaan yang bergerak dibidang jasa maupun barang beroperasi lebih aman. efisien dan bersih.

ISO 14000 adalah satu group standart yang bertujuan untuk membantu suatu perusahaan untuk menangani masalah dibidang lingkungan hidup. Pada tahun 1996, ISO menerbitkan ISO 14001 System Managemen Lingkungan ( SML atau EMS = Environmental Management System ) yang merupakan standart international dimana suatu perusahaan dapat memperoleh suatu sertifikat untuk EMS -nya. Standart ini telah diperbarui pada tahun 2004 yang lalu.

BAGAIMANA STANDART INI DIBUAT..?

ISO mempunyai anggota negara - negara yang tersebar diseluruh dunia. Ketika suatu standart akan diterbitkan , ISO akan mengirimkan "draft" nya ke anggota -anggotanya dan masing - masing bisa memberikan masukan, diantaranya industri, pemerintah, LSM dan lain - lain. Keanggotaan indonesia di ISO diwakili oleh BSN ( Badan Standarisasi Nasional ).

SYSTEM MANAGEMEN LINGKUNGAN

System Managemen Lingkungan ( SML ) adalah :
  • Suatu alat yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja dibidang lingkungan
  • Suatu cara yang sistematik untuk menangani isu dibidang lingkungan
  • Adalah suatu bagian dari keseluruhan struktur managemen yang khusus membahas dampak lingkungan
  • Suatu arahan untuk menangani isu lingkungan dengan memberi petunjuk bagaimana mengalokasi dana, memberi tanggung jawab dan mengevakuasi proses, praktek maupun prosedure.
  • Suatu alat untuk perbaikan kinerja lingkungan dan berkesinambungan



Model ini berbentuk lingkaran karena SML menerapkan satu sistem yang berdasarkan perbaikan yang berkesinambungan, dimana suatu perusahaan terus menerus me review dan memperbaiki sistemnya.

ELEMEN SYSTEM MANAGEMENT LINGKUNGAN

Ada 17 elemen dalam ISO 14001 standart, seperti yang tercantum dibawah ini :
  • Kebijakan Lingkungan / Environmental Policy.
Adalah suatu pernyataan tertulis yang menggambarkan komitment perusahaan dibidang  lingkungan.
  • Aspek dan Dampak Lingkungan / Environmental Aspect & Impacts              
Adalah suatu identifikasi isu- isu lingkungan yang terkait dalam suatu aktifitas, produk atau jasa daru suatu organisasi yang berdampak besar dan penting pada lingkunga haruslah ditetapkan.
  • Persyaratan Hukum dan Lainnya / Legal and Other Requirement
Melibatkan identifikasi dan memastikan akses yang mudah terhadap semua undang -          undang, peraturan dan standart lain yang terkait dengan kegiatan orgnisasi yang                berkaitan dengan lingkungan.
  • Tujuan, Sasaran & Program / Objectives, Targets & Programe.
Membuat tujuan , sasaran dan program dalam bidang lingkungan, yang sejalan dengan kebijakan , aspek & dampak pada lingkungan, dan faktor yang lain. Khususnya peningkatan kinerja lingkungan secara berkesinambungan.
  • Sumberdaya, Peran, Tanggung Jawab dan Kewenangan / Resources, roles, Responsibility and Authority
Semua sumberdaya, peranan, tanggung jawab dan kewenangan lingkungan ditentukan dan dikomunikasikan untuk memungkinkan pelaksanaan pengelolaan lingkungan secara efektif. Peranan masing - masing karyawan dalam organisasi itu haruslah di-identifikasikan dengan jelas.
  • Kompotensi, Penelitian dan Kepedulian / Competence, Trining and Awarenes
Memastikan bahwa semua karyawan yang melaksanakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan penting  dan besar tahu, sadar dan berkompetensi terhadap tanggung jawab dan peranan mereka dalam bidang lingkungan.
  • Komunikasi / Communication
Proses dan prosedure untuk komunikasi internal dan eksternal dalam bidang lingkungan haruslah ditetapkan dan diterapkan
  • Dokumentasi / Documentation
Informasi tentang SML dan dokumen - dokumen yang terkait haruslah terpelihara dengan baik.
  • Pengendalian dokumen / Document Control
Proses untuk pengendalian dokumen yang mencakup pengesahaan, pengkajian, distribusi ketersediaan, identifikasi, status revisi dan pencegahan penggunaan yang tidak sesuai harus dipelihara.
  • Pengendalian Operasional / Operational Control
Identifikasi dan perencanaan operasi serta kegiatan yang berkaitan dengan aspek lingkungan yang penting dan besar dilaksanakan sesuai dengan kebijakan, tujuan dan sasarannya untuk menjamin kegiatan dilaksanakan pada kondisi tertentu.
  • Kesiagaan dan Tanggap Darurat / Emergency Preparedness and Response
Prosedure untuk situasi tanggap darurat (emergency) haruslah ada untuk mencegah dan menangani suatu kejadian darurat. Kaji ulang untuk prosedur ini dilaksanakan secara berkala dan apabila perlu direvisi.
  • Pemantauan dan Pengukuran / Monitoring and Measuring
Pemantauan secara berkala harus dilakukan pada aktifitas kinerja perusahaan. Secara teratur kajian juga harus dilakukan untuk memastikan perusahaan taat pada undang - undang dan peraturan lain yang berlakuserta sesuai dengan tujuan dan sasaran lingkungan.
  • Evaluasi Ketaatan / Evaluation of Compliance
Evaluasi terhadap ketaatan dibuat untuk melaksanakan komitmen taat pada perundang - undangan dan persyaratan lain yang berlaku.
  • Ketidaksesuaian, Tindakan koreksi dan pencegahan / Non Conformance, Corrective & Preventative Action.
Prosedure untuk menangani ketidaksesuaian yang ada dan potensial serta untuk melakukan tindakan koreksi harus dibuat, dipelihara dan diterapkan, meliputi identifikasi, investigasi, evaluasi, pendataan hasil dan pengkajian ulang untuk setiap kondisi dan tindakan.
  • Pengontrol Catatan / Control of Record
Catatan yang memadai tentang kinerja SML haruslah disimpan denganbaik untuk menunjukkan kesesuaian atas persyaratan SML serta kemajuan yang dicapai. Catatan harus memnuhi aspek hukum, dapat diidentifikasi dan dilacak.
  • Audit Internal / Internal Audit
Secara teratus mengkaji apakah SML sudah berjalan sebagaimana yang direncanakan , diharapkan dan diterapkan. Keefektifan SML dalam mencapai objective dan target haruslah dikaji juga.
  • Pengkajian Managemen / Management Review
Pengkajian SML secara teratur untuk memastikan kesesuaian, kelayakan dan efektifitas. Pengkajian mencakup penilaian peluang untuk perbaikan dan perubahan SML, termasuk kebijakan, tujuan dan sasaran.

~ Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ~


Terima Kasih telah mampir di Blog Seputar Marine, Silahkan Share & Comment.
Semoga Bermanfaat bagi kita semua.